Jumat, 30 April 2010

BAHAYA RADIASI SUTET

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Istilah radiasi sering dianggap menyeramkan, sesuatu yang membahayakan, mengganggu kesehatan bahkan keselamatan. Padahal di sekitar kita baik di rumah, di kantor, maupun di tempat-tempat umum, ternyata banyak sekali radiasi.
Radiasi pada dasanya adalah suatu cara perambatan energi dari sumber energi ke lingkungannya tanpa membutuhkan medium. Gelombang radio, sinyal televisi, sinar radar, cahaya tak terlihat, sinar-x dan sinar gamma merupakan contoh-contoh gelombang elektromagnetik. . Sumber elektromagnetik ada dimana-mana, matahari, bintang, lampu, dan tornado merupakan sumber alamiah dari gelombang elektromagnetik. Ada juga sumber elektromagnetik buatan seperti ledakan nuklir, rangkaian listrik dengan tube vakum atau transistor, diode microwave, laser antena radio dan banyak lagi.
Tingkat paparan gelombang elektromagnetik dari berbagai frekuensi berubah secara signifikan sejalan dengan perkembangan teknologi yang menimbulkan kekhawatiran bahwa paparan dari gelombang elektromagnetik ini dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan fisik manusia. Ada kemungkinan gangguan tersebut adalah electrical sensitivity. Electrical sensitivity adalah gangguan fisiologis dengan tanda dan gejala neurologis maupun kepekaan, berupa berbagai gejala dan keluhan. Gangguan ini umumnya disebabkan oleh radiasi elektromagnetik yang berasal dari jaringan listrik tegangan tinggi atau ekstra tinggi
Banyak kalangan mengklaim bahwa gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang sanggat berbahaya bagi kesehatan orang-orang yang berada atau bermukim di sekitarnya. Anggapan ini dibenarkan oleh para ahli bidang telekomunikasi, namun tidak sedikit pula bantahan-bantahan oleh beberapa pihak yang menyangkal sebaliknya.


1.2 Permasalahan


Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut:
a. Bagaimanakah pengaruh radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) terhadap kesehatan manusia?
b. Berapah jauh jarak aman Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) dengan pamukiman supaya supaya pengaruh radiasi gelombang elektromagnetik tidak membahayakan warga .


1.3 Tujuan

Karya Ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) terhadap kesehatan manusia serta mengetahui berapa jarak aman radiasi SUTET tersebut terhadap lingkungan penduduk di sekitar sutet tersebut.


1.4 Manfaat

Karya ilmiah ini diharapkan dapat bermanfaat secara teoritis dan peraktis. Secara teoritas, karya ilmiah ini diharapkan dapat membantu pembaca dalam memahami sejauh mana pengaruh radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) terhadap kesehatan manusia dan barapa jarak aman Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) dengan pemukiman penduduk.
Secara praktis, pemaparan dalam karya ilmiah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berguna bagi masyarakat mengenai pengaruh radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) terhadap kesehatan manusia dan bagai mana mengatasinya.





BAB II
PEMBAHASAN


SUTET adalah singkatan dari Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi dengan kekuatan 500 kV yang ditujukan untuk menyalurkan energi listrik dari pusat-pusat pembangkit yang jaraknya jauh menuju pusat-pusat beban sehingga energi listrik bisa disalurkan dengan efisien. Dalam menyalurkan energi listrik tersebut radiasi baik radiasi medan magneti maupun radiasi medan listrik yang sanggat membahayakan. Berbagai macam kekhawatiran muncul akan dampak SUTET terhadap kesehatan bagi penduduk yang tinggal di wilayah yang dilewati jalur saluran transmisi tersebut. Sehingga kita harus mengetahui apa akibat yang ditimbulkan oleh saluran transmisi tersebut.
Begitu banyak pendapat yang dikelurkan para ahli tentang bahaya radiasi SUTET terhadap kesehatan manusia, ada yang kontra maupun pro terhadap bahaya radiasi ini terhadap kesehatan manusia. Apakah radiasi SUTET dapat terpengaruh terhadap kesehatan manusia yang ada disekitar saluran SUTET tersebut.


2.1 Radiasi Tegangan Tinggi

Masalah radiasi tegangan tinggi sebenamya sudah sejak lama dipikirkan oleh para ahli semenjak James Clark Maxwell mengumumkan teorinya tentang ”A dynamic theory of the electromagnetic field ”, suatu teori revolusioner tentang pergeseran arus yang diramalkan dapat menimbulkan gelombang elektromagnet yang merambat dengan kecepatan cahaya. Secara teoritis elektron yang membawa arus listrik pada jaringan tegangan tinggi akan bergerak lebih cepat bila perbedaan tegangannya makin tinggi. Elektron yang membawa arus listrik pada jaringan interkoneksi dan juga pada jaringan transmisi, akan menyebabkan timbulnya medan magnet maupun medan listrik. Elektron bebas yang terdapat dalam udara di sekitar jaringan tegangan tinggi, akan terpengaruh oleh adanya medan magnet dan medan listrik, sehingga gerakannya akan makin cepat dan hal ini dapat menyebabkan timbulnya ionisasi di udara. Ionisasi dapat terjadi karena elektron sebagai partikel yang bermuatan negatif dalam gerakannya akan bertumbukan dengan molekul-molekul udara sehingga timbul ionisasi berupa ion-ion dan elektron baru. Proses ini akan berjalan terus selama ada arus pada jaringan tegangan tinggi dan akibatnya ion dan elektron akan menjadi berlipat ganda terlebih lagi bila gradien tegangannya cukup tinggi. Udara yang lembab karena adanya pepohon di bawah jaringan tegangan tinggi akan lebih mempercepat terbentuknya pelipatan ion dan elektron yang disebut dengan avalanche. Akibat berlipatgandanya ion dan elektron ini (peristiwa avalanche) akan menimbulkan korona berupa percikan busur cahaya yang seringkali disertai pula dengan suara mendesis dan bau khusus yang disebut dengan bau ozone. Peristiwa avalanche dan timbulnya korona akibat adanya medan magnet dan medan listrik pada jaringan tegangan tinggi inilah yang sering disamakan dengan radiasi gelombang elektromagnet atau radiasi tegangan tinggi.
Kehawatiran akan pengaruh buruk medan listrik dan medan magnet terhadap kesehatan dipicu oleh publikasi hasil penelitian yang dilakukan oleh Wertheimer dan Leeper pada tahun 1979 di Amerika. Penelitian tersebut menggambarkan adanya hubungan kenaikan risiko kematian akibat kanker pada anak dengan jarak tempat tinggal yang dekat jaringan transmisi listrik tegangan tinggi. Banyak ahli yang meragukan hasil penelitian tersebut dengan menunjuk berbagai kelemahannya, antara lain tidak adanya data hasil pengukuran kuat medan listrik dan medan magnet yang mengenai kelompok anak-anak yang diteliti. Koreksi yang dilakukan oleh peneliti lainnya seperti yang dilakukan oleh Savitz dan kawan-kawan serta temuan studi Fulton dan kawan-kawan, ternyata hubungan tersebut tidak ada. Hasil penelitian dengan metoda yang lebih disempurnakan pernah dilakukan oleh Maria Linett dan kawan-kawan dari National Cancer Institute -Amerika tahun 1997. Penelitian yang melibatkan lebih kurang 1200 anak ini melaporkan bahwa tidak ada hubungan antara kejadian leukemia pada anak yang terpajan medan listrik dan medan magnet dengan anak-anak yang tidak terpajan. Temuan ini mengukuhkan penolakan terhadap hasil penelitian yang dilakukan oleh Wertheimer dan Leeper tersebut.
Para ahli telah sepakat bahwa medan listrik dan medan magnet yang berasal dari jaringan listrik digolongkan sebagai frekuensi ekstrim rendah dengan konsekuensi kemampuan memindahkan energi sangat kecil, sehinga tidak mampu mempengaruhi ikatan kimia pembentuk sel-sel tubuh manusia. Disamping itu sel tubuh manusia mempunyai kuat medan listri sekitar 10 juta volt/meter yang lebih kuat dari medan listrik luar. Medan listrik dan medan magnet dengan frekuensi ekstrim rendah ini juga tidak mungkin menimbulkan efek panas seperti yang dapat terjadi pada efek medan elektromagnetik gelombang mikro, frekuensi radio, dan frekuensi yang lebih tinggi seperti pada telepon seluler. Adanya orang yang tinggal dekat dengan jaringan transmisi listrik melaporkan keluan-keluan seperti sakit kepala, pusing, jantung berdebar kencang, dan susah tidur serta kelemahan sexsual adalah bersifat subjektif, karena minimnya pengetahuan yang mereka miliki dan persepsi yang kurang tepat.


2.2. Bahaya Kuat Medan Magnet yang Ditimbulkan SUTET 500 KV dan Mengatasinya

Kuat medan magnet yang ditimbulkan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) dengan kekuatan 500 KV inilah yang menimbulkan radiasi yang dikhawatirkan dapat menganggu kesehatan makhluk hidup khususnya manusia. Menurut IRPA dan WHO, batasan panjang kuat medan magnet yang diduga dapat menimbulkan efek biologis untuk umum adalah 0,5 mili tesla.
Dari penelitian yang suda dilakukan ditemukan kuat medan listrik di halaman atau luar rumah lebih tinggi dibandingkan dengan didalam rumah, sehingga dalam rangkah peningkatan kondisi lingkungan , lingkungan disekitar SUTET perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Mengusahakan agar rumahnya berlangit-langit.
2. Menanam pohon sebanyak mungkin disekitar rumah pada lahan yang kosong.
3. Bagian atap rumah yang terbuat dari logam sebaiknya ditanahkan (grounding)
4. Penduduk disarankan tidak keluar rumah terutama pada malam hari, karena pada malam hari arus yang mengalir pada kawat penghantar SUTET lebih tinggi dari pada siang hari.
5. Alat-alat yang terbuat dari logam yang berukuran besar (mobil dll) sebaiknya ditanahkan (grounding)
Secara garis besar radiasi medan magnetik total yang dihisap dan didistribusikan dalam tubuh manusia adalah tergantung beberapa hal :
1. Frekuensi dan panjang gelombang medan elektromagnetik
2. Polarisasi medan magnetik.
3. konfigurasai (seperti jarak) antara badan dan sumber radiasi medan magnetik.
4. Keadaan paparan radiasi, seperti adanya benda lain disekitar sumber radiasi.
5. Sifat-sifat elektrik (listrik) tubuh (konstan dielektrik dan konduktivitas). Hal ini sangat tergantung pada kadar air didalam tubuh. Radiasikan lebih banyak diisap pada media dengan konstan dielektrik yang tinggi, seperti otak, otot, dan jarinagan lain dengan kadar air tinggi.
Ketika hal diatas telah dilakukan dan medan magnet tidak melebihi 0,5 mili tesla maka penduduk tidak perlu risau dengan pembuatan tower SUTET 500 KV diingkungan perumahan penduduk, karena medan magnet yang ditimbulkan SUTET radiasinya tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.


2.3 Jarak Aman Pemukiman Penduduk dari Radiasi SUTET

Telah dijelaskan di atas bahwa medan magnet tidak melebihi 0,5 mill Tesla maka radiasi medan magnet yang ditimbulkan oleh SUTET tidak berbahaya dan pembangunan SUTET tidak perlu dirisaukan.
Tapi untuk tidak mendapatkan bahaya SUTET maka ada ketentuan-ketentuan didalamnya supaya radiasi tidak dirasakan makhluk hidup. Untuk ketentuan jarak aman SUTET (500 KV) terhadap perumahan, silakan mereferensikan pada atuaran berikut :
1. Lampiran V Keputusan Mentri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 1457 K/28/MEM/2000 tangal 3 November 2000 tentang ”Kriteria Tata Ruang Aspek Pertambangan dan Energi”. Disana disebutkan jarak minimum bangunan tidak tahan api dengan saluran SUTET minimal 14 meter (sirkit ganda) dan 15 meter (sirkit tungal).
2. SNI 04-6918-2002 tentang ”Ruang Bebas dan Jarak Bebas Minimum pada SUTET”. SNI mempunyai pendapat yang berbeda dengan kepmen ESDM di atas mengenai jarak runag aman, yang dapat kita lihat dibawah ini :
a. Jarak bebas umum Vertikal dari konduktor dengan bangunan, yaitu 9 meter untuk SUTET.
b. Jarak bebas minimum horizontal dari sumbu menara, yaitu :
• 22 meter untuk SUTET 500 KV sirkit tunggal.
• 17 meter untuk SUTET 500 KV sirkit ganda.




BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan

Berdasarkan hasil pembahasan dapat ditariksuatu simpulan bahwa pengaruh radiasi yang ditimbulkan oleh Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) dengan kekuatan 500 KV tidaklah berbahaya ketika keberadaan SUTET tersebut telah mengikuti setandar yang telah ditentukan seperti diantaranya ; medan magnet pada sekitar SUTET tidak melebihi 0,5 mili Tesla dan perumahan penduduk yang ada disekitar SUTET memenuhi jarak aman horizontal maupun vertikal terhadap SUTET seperti yang telah dijelaskan diatas namum masih banyak menimbulkan perdebatan dan masih diperlukan penelitian lebih lanjut.
.Kita sebagai penduduk jangan lah terlaluh risau dengan pembanggunan SUTET disekitar pemukiman penduduk ketika keberadaan SUTET tersebut telah sesuai setandar yang telah dikeluarkan lembaga tertentu.
Ketika keberadaan SUTET menganggu kesehatan kita jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa keberadaan SUTET lah yang telah mengganggu kesehatan kita, lebih baik kita telitih dulu medan magnet yang ada disekitar SUTET tersebut, sudahkah sesuai setandar kesehatan yang telah ditentukan. Jika telah sesuai setandar kesehatan maka kita lihat kebersihan dari lingkungan kita, mungkin itu penyebab gangguan kesehatan kita.


3.2 Saran

Berdasarkan hasil pemaparan dan kesimpulan di atas, berikut ini disampaikan beberapa saran.
1. Jangan lah kita terlalu cepat molak pembanggunan SUTET disekitar pemukiman penduduk dengan alasan bahaya radiasi SUTET tersebut karena semua itu masih dalam penelitian dan SUTET yang sesuai setandar kesehatan medan magnet disekitar SUTET tidak melebihi 0,5 mili Tesla.
2. ketika ada gangguan tehadap kesehatan jangan lah kita langsung menyalakan kberadaan SUTET, kita telitih terlebih dahulu kederadaan medan magnet SUTET tesebut telah sesuai setandar kesehatan apa belum.




DAFTAR PUSTAKA

Indoskripsi. 2008. Resiko Bahaya Oprator Generator Terhadap Radiasi Elektromagnetik dan Efeknya bagi Kesehatan. (Online), (http://google, diakses 13 November 2009 )

Linsley, Trevor. 2004. Intalasi Listrik Tingkat Lanjut. Jakarta : Erlangga, 2004

Migas Indonesia. 2008. Jarak atau Radius Aman (Perumahan) dari Pengaruh SUTT atau SUTET, (Online), (http://google, diakses 13 November 2009)

Pambudi, Rizki. 2009. SUTET, (Online), (http://google, diakses 13 November 2009)

3 komentar: